Abstract :
Komposit adalah kumpulan sistem polimorfik dengan sifat komposit, kombinasi
antara bahan matriks atau bahan pengikat dan penguat. Fly Ash ini selain memenuhi
kriteria sebagai bahan penguat PMC (Polimer Matriks Composite), fly ash juga
memiliki kandungan silika (SiO2), alumina (AI203), fero oksida (Fe023), dan
kalsium oksida (Tio2), alkalin (Na2O dan k2O), sulfur terioksida (SO3), pospor
oksida (P205) dan carbon. Subjek penelitian adalah serat praksok yang dipilih
karena sumber daya alamnya melimpah. Dari hasil penelitian yang dilakukan,
didapatkan ketahanan impact komposit dengan variasi 0% fly ash 0,0256(j/mm2
),
5% fly ash 0,0340(j/mm2
), 10% fly ash 0,0479(j/mm2
), 15% fly ash yaitu 0,0611
(j/mm2
). Bentuk patahan menunjukkan bahwa hasil pengujian impact yang
dicirikan oleh mekanisme ekstrasi serat yang dominan pada setiap spesimen
menunjukkan adanya patahan ulet, hal ini ditandai adanya mekanisme fiber pull out
yang mendominasi pada setiap spesimen hal ini yang membuat komposit diperkuat
serat praksok memperlambat retak yang terjadi akibat beban impact. Dapat
disimpulkan hasil kekuatan impact pada material mengalami kenaikan disebabkan
karena penambahan variasi fly ash dan fiber pull out mendominasi disetiap patahan.