DETAIL DOCUMENT
PELATIHAN MANAJEMEN KONFLIK ANTARA SUAMI-ISTRI UNTUK PENINGKATAN KEHARMONISAN KELUARGA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Author
Wulandari, Dina
Subject
BF Psychology 
Datestamp
2022-08-16 07:54:26 
Abstract :
Keharmonisan keluarga, salah satunya dipengaruhi oleh minimnya kualitas dan kuantitas konflik. Kualitas dan kuantitas konflik dapat diturunkan melalui pelatihan manajemen konflik. Manajemen konflik merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan suami istri untuk mengelola permasalahan yang muncul dalam relasi rumah tangga. Manajemen konflik merupakan usaha mengakomodasi kebutuhan, keinginan, dan harapan yang berbeda dari pasangan suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan manajemen konflik antara suami istri terhadap keharmonisan keluarga. Desain penelitian ialah experimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah 4 pasangan suami istri yang memiliki skor keharmonisan keluarga kategori sedang dan gaya manajemen konflik destruktif. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Keharmonisan Keluarga, Skala Manajemen Konflik, serta wawancara dan observasi. Analisa data dilakukan dengan visual inspection. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor keharmonisan keluarga antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok yang diberikan pelatihan manajemen konflik menunjukkan skor keharmonisan keluarga yang lebih tinggi ( x = 64,25) dibanding kelompok yang tidak mendapatkan pelatihan ( x = 61,75). Hasil penelitian juga memerlihatkan adanya perbedaan keharmonisan keluarga antara sebelum ( x = 59,75) dan sesudah diberikan pelatihan manajemen konflik ( x = 64,25) pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan gaya manajemen konflik pada kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen mengalami perubahan gaya manajemen konflik pada pretest, posttest, dan follow up, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan. Kata kunci : manajemen konflik, keharmonisan keluarga, pasangan suami istriKeharmonisan keluarga, salah satunya dipengaruhi oleh minimnya kualitas dan kuantitas konflik. Kualitas dan kuantitas konflik dapat diturunkan melalui pelatihan manajemen konflik. Manajemen konflik merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan suami istri untuk mengelola permasalahan yang muncul dalam relasi rumah tangga. Manajemen konflik merupakan usaha mengakomodasi kebutuhan, keinginan, dan harapan yang berbeda dari pasangan suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan manajemen konflik antara suami istri terhadap keharmonisan keluarga. Desain penelitian ialah experimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah 4 pasangan suami istri yang memiliki skor keharmonisan keluarga kategori sedang dan gaya manajemen konflik destruktif. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Keharmonisan Keluarga, Skala Manajemen Konflik, serta wawancara dan observasi. Analisa data dilakukan dengan visual inspection. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor keharmonisan keluarga antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok yang diberikan pelatihan manajemen konflik menunjukkan skor keharmonisan keluarga yang lebih tinggi ( x = 64,25) dibanding kelompok yang tidak mendapatkan pelatihan ( x = 61,75). Hasil penelitian juga memerlihatkan adanya perbedaan keharmonisan keluarga antara sebelum ( x = 59,75) dan sesudah diberikan pelatihan manajemen konflik ( x = 64,25) pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan gaya manajemen konflik pada kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen mengalami perubahan gaya manajemen konflik pada pretest, posttest, dan follow up, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan. Kata kunci : manajemen konflik, keharmonisan keluarga, pasangan suami istri 
Institution Info

Universitas Mercu Buana Yogyakarta