Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kinerja reproduksi sapi perah berdasarkan fase produksi di KUD Cepogo, Boyolali. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah survey. Penelitian ini melibatkan 100 ternak reponden yang ada di desa Jelok, Gedangan dan Paras, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Data yang diambil adalah Post Partum Estrus (PPE), Post Partum Mating (PPM), Service per Conception (S/C), Days Open (DO), Calving Interval (CI), Conception Rate (CR), dan Calving Rate (CvR), konsumsi Bahan Kering (BK), konsumsi Protein Kasar (PK) dari fase pra puncak, puncak dan pasca puncak. Hasil penelitian menunjukan PPE setiap fase berturut-turut adalah 74,57, 81,26, 75,36 hari. PPM 94,03, 97,73, 97,09 hari. S/C 1,93, 1,55, 2,03. DO 116,30, 110,02, 118,84 hari. CI 12,51, 12,35, 12,66 bulan. CR 45,45%, 61,76%, 36,36%. CvR 45,45%, 61,76%, 36,36%. Konsumsi BK 12,45, 12,49, 13,12 kg/ekor/hari. Konsumsi PK 1,11, 1,12, 1,20 kg/ekor/hari. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kinerja reproduksi sapi perah berdasarkan fase produksi di KUD Cepogo menunjukan kinerja reproduksi sapi perah terbaik terjadi pada fase puncak berdasarkan nilai Calving Interval yang terpendek.