Abstract :
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza L.) adalah salah satu obat herbal yang sering digunakan oleh masyarakat khususnya di Indonesia dan merupakan salah satu obat unggulan Indonesia yang telah diteliti sejak tahun 2003. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah penambahan filler yang menghasilkan bubuk ekstrak temulawak dengan aktivitas antioksidasi terbaik. Filler yang digunakan dalam penelitian ini adalah bubuk temulawak.
Ekstrak temulawak dibuat dengan cara memarut rimpang temulawak yang telah dilakukan blanching kemudian dilakukan ekstraksi menggunakan air dan dilakukan pemanasan hingga diperoleh ekstrak kental untuk selanjutnya ditambahkan filler kemudian dianalisis sifat antioksidatif (aktivitas antioksidan dan fenol total), warna dan kadar air. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu jumlah penambahan filler (50 g dan 100 g).
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bubuk ekstrak temulawak dengan penambahan filler 100 g memiliki sifat antioksidan 65,19%, total fenol 2,64%, warna Lightneass 47,10 dan yellowness 18,71, kadar air 9,87%.