Abstract :
Kematangan emosi adalah salah satu aspek perkembangan emosi remaja yang
dilihat melalui perilaku dan dipengaruhi oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan kematangan emosi remaja di keluarga broken home dengan
remaja keluarga utuh. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya
perbedaan kematangan emosi remaja di keluarga broken home dengan remaja di
keluarga utuh. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 84 remaja dengan 54 remaja di
keluarga utuh dan 30 remaja di keluarga broken home dengan rentan usia 18-21
tahun. Cara pengambilan subjek menggunakan metode snowball sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kematangan emosi. Metode
analisis data yang digunakan adalah independent sample t-test. Berdasarkan hasil
penelitian terdapat perbedaan kematangan emosi remaja di keluarga broken home
dengan remaja di keluarga utuh diperoleh koefisien perbedaan sebesar t=2.202 dan
signifikansi p = 0,030 dengan rata rata kematangan emosi remaja di keluarga utuh
(mean = 82,57) sedangkan rata rata kematangan emosi remaja di keluarga broken
home (mean=79,40). Hal ini menunjukan bahwa remaja di keluarga utuh memiliki
kematangan emosi yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja di keluarga broken
home.