Abstract :
Pada masa remaja, individu harus mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya oleh karena itu remaja mulai bergabung ke kelompok teman sebayanya. Akibatnya, remaja lebih banyak menghabiskan waktu di luar bersama teman sebayanya sebagai kelompok, maka pengaruh teman sebaya pada sikap, hal yang dibicarakan, minat, penampilan, dan perilaku lebih besar dari pengaruh keluarga. Pengaruh teman sebaya dapat bersifat negatif seperti perilaku perundungan. Perilaku perundungan yang dilakukan oleh remaja selalu terjadi di indonesia dari tahun ke tahun, bahkan beberapa kasus mengakibatkan luka fisik serius pada korban dan terjadi di sekitar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas terhadap teman sebaya dengan perilaku perundungan (bullying) pada remaja di SMPN 7 Palangka Raya. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan yang positif antara konformitas terhadap teman sebaya dengan perilaku perundungan (bullying) pada remaja di SMPN 7 Palangka Raya. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 45 orang yang memiliki karakteristik siswa sekolah menengah pertama berusia 12-15 tahun dan pernah melakukan perilaku perundungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat ukur Skala Perilaku perundungan dan Skala Konformitas Teman Sebaya. Teknik korelasi data yang digunakan adalah korelasi product moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) = 0,353 dengan p < 0,050. Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara konformitas terhadap teman sebaya dengan perilaku perundungan (bullying) pada remaja di SMPN 7 Palangkaraya, sehingga hipotesis diterima. Hasil penelitian juga menemukan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,125 yang menunjukkan bahwa sumbangan konformitas terhadap teman sebaya kepada perilaku perundungan sebesar 12,5%.