Abstract :
Beras ketan saat ini sering dijadikan bahan baku pembuatan tapai. Tapai yang beredar di masyarakat saat ini belum mengandung probiotik, sehingga dengan penambahan Lactobacillus plantarum Dad-13 dan Saccharomyces boulardii dimaksudkan untuk memberikan sifat probiotik pada tapai. Penggunaan varietas beras ketan bertujuan untuk mengetahui jenis tapai ketan probiotik yang disukai panelis. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh penambahan Lactobacillus plantarum Dad-13 dan Saccharomyces boulardii dan varietas beras ketan terhadap sifat kimia, fisik, jumlah probiotik dan tingkat kesukaan oleh panelis pada tapai ketan probiotik yang dihasilkan.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Faktor pertama yaitu jenis inokulum probiotik (Lactobacillus plantarum Dad-13 dan Saccharomyces boulardii) dan faktor kedua varietas beras ketan (putih dan hitam). Data yang diperoleh dilakukan analisa varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, apabila beda nyata masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Hasil penelitian menunjukan penambahan jenis inokulum probiotik Lactobacillus plantarum Dad-13 dan Saccharomyces boulardii menghasilkan tapai ketan hitam probiotik yang paling disukai. Tapai tersebut memiliki gula total 3,20%, kadar alkohol 1,79%, aktivitas antioksidan 88,61% RSA dan jumlah BAL 8,04×108 CFU/g, serta jumlah yeast 7,4×107 CFU/g.