DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN ANTARA BERPIKIR IRASIONAL DENGAN GEJALA BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA REMAJA AKHIR DI KOTA JAMBI
Total View This Week0
Institusion
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Author
Azzahra, Fatimah
Subject
BF Psychology 
Datestamp
2022-05-14 07:57:03 
Abstract :
Remaja yang terobsesi pada penampilan, terlalu kritis terhadap sedikit kekurangan dan mengalami tekanan berat sebagai akibatnya, kemungkinan menunjukkan tanda-tanda adanya gejala body dysmorphic disorder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara pengambilan data menggunakan skala likert. Pengambilan data penelitian ini menggunakan skala gejala body dysmorphic disorder dan skala berpiki irasional. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Product Moment dari Karl Person. Uji beda menggunakan independent sample t-test mendapatkan hasil t= 3.014 dengan p=0.004 yang artinya ada perbedaan yang signifikan diantara laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi r = 0,492 dengan p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara gejala body dysmorphic disorder dengan berpikir irasional, sehingga hipotesis diterima. Koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa berpikir irasional terhadap body dysmorphic disorder berkontribusi sebesar 24,2% dan 75,8% dipengaruhi faktor lain, dan ada perbedaan yang signifikan antara subjek penelitian terhadap gejala body dysmorphic disorder. 
Institution Info

Universitas Mercu Buana Yogyakarta