Abstract :
Jumlah penderita diabetes militus (DM) di tingkat global dan Indonesia terus
meningkat setiap tahunnya. Konsumsi makanan probiotik mampu memperbaiki
gejala sindrom metabolik pada DM. Tujuan penelitian adalah mengetahui efek
pemberian tape beras parboiled probiotik terhadap kadar glukosa, insulin, profil
lipid, jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL), pH dan Short Chain Fatty Acids
(SCFA) pada tikus diabetes.
Tape beras parboiled probiotik dibuat dengan penambahan bakteri asam laktat
Lactobacillus plantarum DAD-13. Perlakuan asupan diet diberikan selama 28 hari
pada kelompok PSTS (pakan standar pada tikus sehat), PSTD (pakan standar pada
tikus diabetes), TPTD (tape beras probiotik pada tikus diabetes + pakan
standar),TPPTD (tape parboiled probiotik pada tikus diabetes + pakan standar).
Analisis yang dilakukan meliputi kadar glukosa, insulin, profil lipid, jumlah
Bakteri Asam Laktat (BAL), pH dan Short Chain Fatty Acids (SCFA) pada awal
dan akhir pemberian asupan diet. Analisis statistik dari data yang diperoleh
digunakan one way anova, dengan empat perlakuan PSTS, PSTD, TPTD dan
TPPTD.
Hasilnya diketahui bahwa setelah perlakuan selama 28 hari, pada kelompok
TPTD dan TPPTD, kadar glukosanya berturut-turut menurun secara nyata
(p<0.05) dari 257,47 mg/dL menjadi 155,78 mg/dL (39,49%) dan dari 260,32
mg/dL menjadi 109,88 mg/dL (57,79% ), sedangkan kadar insulinnya meningkat
secara nyata (p<0,05%) berturut-turut dari 418,35 mg/dL menjadi 485,00 mg/dL
(15,86%) dan dari 414,84 ug/dL menjadi 532,85 mg/dL (26,52%). Pada
kelompok TPPTD, kadar kolesterol, trigliserida dan LDL menurun secara nyata
(p< 0,05) berturut-turut sebesar 37,65%, 34,50% dan 59,29% dan persentase
penurunannya lebih besar dibandingkan dengan kelompok diet lainnya. Kadar
HDL meningkat secara signifikan (p<0.05) dari 24,94 mg/dL menjadi 67,64
mg/dL (171,21%) pada kelompok TPPTD. Sementara itu, jumlah BAL, kadar
SCFA (asam asetat, propionat dan butirat), dan pH pada feses tikus tidak
menunjukkan adanya perubahan secara nyata. Pemberian tape beras probiotik
memperbaiki sindrom metabolik tikus DM dan perlakuan TPPTD lebih baik
daripada perlakuan TPTD.