DETAIL DOCUMENT
POTENSI PROBIOTIK DARI TAPE BERAS PARBOILED DALAM MEMPERBAIKI SINDROM METABOLIK PADA TIKUS DIABETES
Total View This Week0
Institusion
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Author
Wulandari, Widya
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2023-08-09 02:20:39 
Abstract :
Jumlah penderita diabetes militus (DM) di tingkat global dan Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Konsumsi makanan probiotik mampu memperbaiki gejala sindrom metabolik pada DM. Tujuan penelitian adalah mengetahui efek pemberian tape beras parboiled probiotik terhadap kadar glukosa, insulin, profil lipid, jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL), pH dan Short Chain Fatty Acids (SCFA) pada tikus diabetes. Tape beras parboiled probiotik dibuat dengan penambahan bakteri asam laktat Lactobacillus plantarum DAD-13. Perlakuan asupan diet diberikan selama 28 hari pada kelompok PSTS (pakan standar pada tikus sehat), PSTD (pakan standar pada tikus diabetes), TPTD (tape beras probiotik pada tikus diabetes + pakan standar),TPPTD (tape parboiled probiotik pada tikus diabetes + pakan standar). Analisis yang dilakukan meliputi kadar glukosa, insulin, profil lipid, jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL), pH dan Short Chain Fatty Acids (SCFA) pada awal dan akhir pemberian asupan diet. Analisis statistik dari data yang diperoleh digunakan one way anova, dengan empat perlakuan PSTS, PSTD, TPTD dan TPPTD. Hasilnya diketahui bahwa setelah perlakuan selama 28 hari, pada kelompok TPTD dan TPPTD, kadar glukosanya berturut-turut menurun secara nyata (p<0.05) dari 257,47 mg/dL menjadi 155,78 mg/dL (39,49%) dan dari 260,32 mg/dL menjadi 109,88 mg/dL (57,79% ), sedangkan kadar insulinnya meningkat secara nyata (p<0,05%) berturut-turut dari 418,35 mg/dL menjadi 485,00 mg/dL (15,86%) dan dari 414,84 ug/dL menjadi 532,85 mg/dL (26,52%). Pada kelompok TPPTD, kadar kolesterol, trigliserida dan LDL menurun secara nyata (p< 0,05) berturut-turut sebesar 37,65%, 34,50% dan 59,29% dan persentase penurunannya lebih besar dibandingkan dengan kelompok diet lainnya. Kadar HDL meningkat secara signifikan (p<0.05) dari 24,94 mg/dL menjadi 67,64 mg/dL (171,21%) pada kelompok TPPTD. Sementara itu, jumlah BAL, kadar SCFA (asam asetat, propionat dan butirat), dan pH pada feses tikus tidak menunjukkan adanya perubahan secara nyata. Pemberian tape beras probiotik memperbaiki sindrom metabolik tikus DM dan perlakuan TPPTD lebih baik daripada perlakuan TPTD. 
Institution Info

Universitas Mercu Buana Yogyakarta