Abstract :
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan tingkat depresi dapa remaja. Hipotesis yang ditujukan dalam penelitian ini adalah adanya hupungan negatif antara optimisme dengan tingkat depresi pada remaja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 130 remaja SMA/K yang berusia 15-18 tahun. Pengambilan data menggunakan Skala BDI II dan Skala optimisme. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah korelasi product moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi R sebesar -0,401 dengan (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara optimisme dengan tingkat depresi. Koefisien determinasi (R2 ) yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,161 yang menunjukan bahwa sumbangan variabel Optimisme terhadap Tingkat Depresi sebesar 16,1% sisanya 83,9% di pengaruhi oleh faktor lain.