Abstract :
Penyebaran informasi pada masa sekarang sangat mudah dan cepat. Hal ini menjadikan banyak lembaga penyedia informasi semakin bersaing satu sama lain. Salah satu lembaga penyedia informasi yang masih bertahan hingga sekarang adalah Radio Republik Indonesia. Sebagai salah satu lembaga pemerintahan penyedia informasi kepada masyarakat, Radio Republik Indonesia berusaha untuk tetap mempertahankan citranya di mata masyarakat umum sehingga tetap berdiri. Hal ini menjadi salah satu rumusan masalah penetian yaitu ?Bagaimana Peran Public Relations dalam mempertahankan Citra Radio Republik Indonesia Yogyakarta??,. Peran public relations digunakan oleh RRI Yogyakarta sebagai cara untuk tetap mempertahankan citranya. Peran yang digunakan dikemukakan oleh Scott M. Cutlip, Allen H. Center dan Glen M. Broom yaitu Teknisi Komunikasi, Expert Prescriber, Fasilitator Komunikasi dan Fasilitator Pemecah Masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji peran public relations yang dilakukan oleh Radio Republik Indonesia Yogyakarta. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara dengan narasumber yang kemudian dianalisis berdasarkan empat peran public relations serta strategi yang RRI Yogyakarta gunakan untuk mempertahankan citranya. Setelah penelitian dilakukan, humas RRI Yogyakarta menjalankan tiga peran utama yaitu sebagai Expert Prescriber, Fasilitator Komunikasi dan Fasilitator Pemecah Masalah, sedangkan untuk Teknisi Komunikasi humas RRI Yogyakarta dibantu oleh bidang lain.