Institusion
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Author
Bhoka, Ana Maria Imaculata Wati Sibha
Subject
BF Psychology
Datestamp
2022-08-09 01:30:58
Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebagian orang yang memiliki fobia (ketakutan yang tidak wajar dan berlebihan sehingga menimbulkan kecemasan). Pada dasarnya, kecemasan merupakan perasaan subjektif dari ketegangan mental sebagai reaksi umum terhadap kurangnya rasa nyaman yang menimbulkan perubahan fisiologis dan psikologis individu. Hal ini ditunjukkan oleh perasaan yang tidak menentu tersebut pada umumnya tidak menyenangkan yang nantinya akan menimbulkan atau disertai perubahan fisiologis dan psikologis (Rohcman, 2010). Berdasarkan kenyataan di atas, penulis tertarik melakukan penelitian lebih jauh proses terjadinya fobia spesifik dan faktor yang menjadi penyebabnya serta mengungkap informasi gambaran fobia spesifik dan usaha yang telah mereka lakukan dalam mengatasi fobianya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan studi kasus (case study) dalam deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan skala fobia spesifik, Severity Measure for Spesific Phobia-Adult (SMSP-A) . Metode analisis data yang digunakan adalah visual inspection yaitu penyajian data secara grafik. Subjek dalam penelitian ini merupakan subjek tunggal berjenis kelamin perempuan berusia 21 tahun dan terdiagnosis fobia spesifik (petir). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat fobia spesifik (petir) sebelum dan sesudah diberikan Cognitive Behavioral Therapy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat fobia spesifik (petir) sebelum dan setelah diberikan Cognitive Behavioral Therapy. Skor skala fobia spesifik sebelum diberikan terapi lebih tinggi yaitu 77 dan skor setelah diberikan terapi lebih rendah yaitu 36.Skor Severity Measure for Spesific Phobia-Adult (SMSP-A) sebelum diberikan terapi yaitu 3,0 dan setelah diberikan terapi menjadi 0.Tingkat fobia spesifik (petir) lebih rendah setelah diberikan penanganan berupa Cognitive Behavioral Therapy. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima.