DETAIL DOCUMENT
PENGARUH JUMLAH PELARUT EKSTRAKSI DAN PENAMBAHAN GULA TERHADAP WARNA DAN SIFAT KIMIA (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB.) INSTAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Author
Azis, Nur Afni
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2019-10-15 09:31:53 
Abstract :
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat yang telah lama dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan ramuan obat tradisional. Kadar air rimpang temulawak saat panen adalah 80-90%. Kadar air yang tinggi ketika panen, menyebabkan kualitas temulawak menurun sehingga harga jual temulawak menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jumlah air dan konsentrasi gula terhadap warna dan sifat kimia serbuk temulawak. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan serbuk temulawak dimulai dengan menimbang rimpang temulawak segar, selanjutnya diparut dan parutannya ditambahkan air dengan perbedaan jumlah (100 ml dan 150 ml) kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan ampas dan filtrat. Kemudian melakukan penambahan gula dengan konsentrasi berbeda yaitu (100 g, 150 g dan 200 g). Analisis yang dilakukan adalah uji warna, kadar air, kadar flavonoid, kadar tanin dan aktivitas antioksidan. Data yang diperoleh dihitung secara statistik dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dan dilakukan dengan analisa varian (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%. Apabila beda nyata masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah air dan penambahan gula pasir berpengaruh signifikan pada warna, kadar air, kadar flavonoid, kadar tannin dan aktivitas antioksidan. Serbuk temulawak dengan jumlah air 100 ml dan gula pasir 100 g memiliki warna 1,7 red, 8,8 yellow, kadar air 3,01% wb, kadar flavonoid sebesar 1,73 mg GAE/g bk, tanin 10,99 mg/100g dan aktivitas antioksidan yaitu 83,30% RSA. Kata kunci : Serbuk Temulawak, Aktivitas Antioksidan, Flavonoid, Tanin 
Institution Info

Universitas Mercu Buana Yogyakarta