Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok
dalam meningkatkan resiliensi pada orang dengan HIV/AIDS. Hipotesis dalam
penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat resiliensi pada orang dengan HIV/AIDS
sebelum dan sesudah diberikan perlakuan konseling kelompok. Subjek dalam
penelitian ini berjumlah 7 orang dengan HIV/AIDS yang memiliki tingkat resiliensi
yang rendah. Desain penelitian menggunakan desain one group pretes-posttes.
Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Resiliensi yang diberikan kepada
orang dengan HIV/AIDS dan wawancara. Perlakuan yang digunakan adalah
Konseling Kelompok. Perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Analisis data
menggunakan uji T-Test , yaitu untuk melihat perbedaan pada kelompok subjek yang
sama, yang diukur sebelum pemberian perlakuan lalu kemudian diukur kembali
setelah pemberian perlakuan. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik analisa
Paired Sample T-Test. Hasil uji dari Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan tingkat resiliensi pada orang dengan HIV/AIDS sebelum dan
sesudah mengikuti konseling kelompok. Hal ini di dukung dengan hasil t = -7.559, p
= 0.000 (p < 0,05). Peningkatan nilai mean sebelum dan sesudah perlakuan sebesar
39. Nilai mean sebelum perlakuan sebesar 75,71 dan nilai mean setelah perlakuan
sebesar 114,71. Kesimpulannya adalah konseling kelompok menjadi salah satu
metode untuk meningkatkan resiliensi pada orang dengan HIV/AIDS.