Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Persepsi
terhadap kompensasi dengan burnout pada terapis di SPA X Solo. Subjek
penelitian adalah terapis yang telah bekerja minimal satu tahun. Data
dianalisis menggunakan Skala Burnout dan Skala Persepsi terhadap
Kompensasi. Berdasarkan hasil analisis product moment, diperoleh
koefisien korelasi (rxy) sebesar -0.459 (p < 0.001) yang berarti hipotesis
dalam penelitian ini dapat diterima karena terdapat hubungan negatif antara
persepsi terhadap kompensasi dengan burnout. Hal ini menunjukkan bahwa
semakin positif persepsi terhadap kompensasi diikuti oleh semakin
rendahnya burnout pada karyawan dan sebaliknya semakin negatif persepsi
terhadap kompensasi maka semakin tinggi burnout. Sumbangan efektif yang
diberikan persepsi terhadap Kompensasi kepada Burnout sebesar 21.1%,
sehingga sisanya 78.9% dinyatakan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti
dalam penelitian ini, seperti usia, jenis kelamin, harga diri, karakteristik
kepribadian, kurangnya kesempatan untuk promosi, kurangnya dukungan
sosial dari atasan, tuntutan pekerjaan, dan pekerjaan yang monoton.