Abstract :
ABSTRAKStock split merupakan sebuah tindakan korporasi yang dilakukan oleh perusahaan untuk memecah nilai nominal saham menjadi nominal yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return dan trading volume activity sebelum dan sesudah stock split. Jenis penelitian ini adalah event study dengan periode pengamatan tujuh hari sebelum dan tujuh hari sesudah peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan yahoo finance.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 perusahaan yang melakakukan kebijakan stock split pada periode 2016 hingga 2018. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dan diperoleh 37 perusahaan sebagai sampel penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah uji normalitas dan uji wilcoxon signed rank test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai asymp. Sig (2-tailed) sebesar0,294> 0,05 yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah stock split (H1 ditolak). Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua diperoleh nilai 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata trading volume activity sebelum dan sesudah stock split (H2 diterima).