Abstract :
Komunikasi merupakan salah satu faktor fundamental dalam mencapai tujuan
perusahaan. Untuk memaksimalkan penyampaian tujuan perusahaan diperlukan
keterampilan komunikasi yang erat kaitannya dengan komunikasi persuasif karena
didalamnya terdapat unsur membujuk atau mengajak secara efektif. Oleh karena itu,
komunikasi persuasif juga dilakukan Pabrik Gula Tasikmadu untuk membangun
kepercayaan petani tebu di wilayah Karanganyar sebagai upaya untuk mengatasi
permasalahan yang terjadi karena dampak dari lesunya industri gula di Indonesia yang
menyebabkan kurangnya pasokan bahan baku tebu, ketidakstabilan harga gula di
pasaran hingga masalah performa mesin pabrik. Melihat kondisi tersebut, Pabrik Gula
Tasikmadu perlu membangun kepercayaan petani tebu di wilayah Karanganyar dengan
Pola komunikasi persuasif melalui proses persuasi secara rasional dan emosional.
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
mendeskripsikan bagaimana pola komunikasi persuasif dalam membangun
kepercayaan petani tebu di wilayah Karanganyar serta akan diperoleh apa saja faktor
pendukung dan penghambat pola komunikasi persuasif dalam membangun kepercayaan
petani tebu di wilayah Karanganyar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
adalah dengan observasi dan wawancara secara mendalam kepada narasumber. Hasil
dari penelitian ini adalah pola komunikasi persuasif dilakukan Pabrik Gula Tasikmadu
melalui proses persuasi secara rasional yang dilakukan dengan menyentuh aspek
kognitif petani tebu di wilayah Karanganyar melalui program kemitraan. Sedangkan,
proses persuasi secara emosional dilakukan dengan menyentuh aspek afeksi melalui
pendekatan intens dengan petani tebu di wilayah Karanganyar dan hambatan yang
terjadi dalam pola komunikasi persuasif dalam penelitian ini adalah hambatan
kepentingan yaitu terdapat perbedaan kepentingan petani yang bersifat transaksional
dengan Pabrik Gula Tasikmadu.