Abstract :
Komunikasi merupakan sebuah proses pertukaran pesan yang tidak pernah
lepas dari kehidupan manusia. Peran dan fungsi komunikasi tentu dibutuhkan dalam
seluruh aspek, baik dari aspek sosial, politik, budaya, termasuk pariwisata. Dalam
bidang pariwisata sendiri, komunikasi yang dibutuhkan adalah komunikasi yang
berperan dan berfungsi untuk memasarkan sebuah destinasi pariwasata. Artinya
komunikasi pemasaran menjadi satu tonggak yang penting untuk memengaruhi
para calon wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata yang dipasarkan. Era
perkembangan teknologi dan informasi hari ini juga menjadi salah satu tantangan
sekaligus pemicu untuk memampukan manusia menjadi lebih inovatif dan kreatif,
yang tentunya hal ini juga berlaku untuk pariwisata. Semakin banyaknya destinasi
pariwisata yang dibuka, mengharuskan para pengelola pariwisata untuk mampu
bersaing dan menetapkan strategi pemasaran yang unik dan efektif. Salah satunya
adalah wisata di Desa Segajih, Kulon Progo, yang memasarkan wisatanya dengan
tagline ?Live and Education?. Melalui studi deskriptif kualitatif komunikasi
pemasaran di Desa Wisata Segajih dijelaskan. Wisata yang dikelola langsung oleh
masyarakat setempat ini, berada di tengah-tengah Waduk Sermo dan wisata alam
lainnya di Kec. Kokap. Kegiatan yang dijadikan sebagai sebuah produk wisata di
Desa Wisata Segajih antara lain: melukis, membatik, membuat gula semut, susur
sungai, dan fun game. Tidak hanya sekadar wisata, di Desa Wisata Segajih juga
menawarkan paket kegiatan, penginapan, dan juga konsumsi. Produk-produk
tersebut dipasarkan melalui media sosial seperti: facebook, instagram, dan youtube.
Strategi pemasaran tersebut sejalan dengan terbukanya lapangan pekerjaan untuk
masyarakat lokal dan pendapatan perkapita.