Abstract :
Tunagrahita merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Kecerdasan dibawah rata-rata normal ini menyebabkan tunagrahita mempunyai kesulitan dalam berkomunikasi serta dalam hal bina diri. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana komunikasi interpersonal pada anak tunagrahita dalam membangun kemandirian di Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal melalui keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan dalam membangun kemandirian pada anak tunagrahita yang dilakukan oleh Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui langkah pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan berperan serta, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan - tahapan dalam komunikasi interpersonal yaitu keterbukaan (openness), empati (emphaty), dukungan (supportive), rasa positif (positiveness) dan kesamaan (equality) yang dilakukan oleh guru serta orang tua asuh di Yayasan Sayap Ibu Yogyakarta terhadap anak penyandang tunagrahita sangat berperan dalam membentuk kemandirian anak.