Abstract :
Buruh gendong merupakan buruh harian yang tugasnya menggendong barang di
pasar. Keberadaan buruh gendong di Yogyakarta masih dapat dijumpai di beberapa
pasar tradisional, salah satunya yaitu di Pasar Beringharjo. Mereka bekerja untuk
membantu meningkatkan perekonomian guna memenuhi kebutuhan keluarga.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana potret kehidupan,
eksistensi buruh gendong di era saat ini dan kesejahteraan kesehatan buruh gendong
di Pasar Beringharjo. Objek dari film dokumenter ini adalah perempuan buruh
gendong di Pasar Beringharjo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota
Yogyakarta, Yayasan Annisa Swasti, dan pelanggan atau pemakai jasa buruh
gendong. Pemilihan kata ?Gendong? sebagai judul film dokumenter ini karena
mempunyai filosofi sangat mendalam, yaitu profesi buruh gendong yang memikul
beban berat barang dipunggungnya. Meskipun hal tersebut sama dengan beban
berat kehidupannya, namun mereka tetap semangat dalam menjalaninya dan tidak
lupa akan rasa bersyukur. Dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut dari
segi eksistensi profesi buruh gendong hingga saat ini semakin berkurang karena
bertambahnya usia, dan kurangnya minat menjadi buruh gendong. dan tingkat
kesejahteraan kesehatan pun juga masih kurang terjamin bagi buruh gendong di
Pasar Beringharjo Yogyakarta.