DETAIL DOCUMENT
LATIHAN TREMOR TERAPUTIK MELALUI INDUKSI DIRI (SELF-INDUCED UNCLASSIFIED THERAPEUTIC TREMOR) UNTUK MENURUNKAN STRES TRAUMA SEKUNDER PEKERJA SOSIAL
Total View This Week0
Institusion
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Author
Widarsih, Rina Eko
Subject
BF Psychology 
Datestamp
2021-12-29 03:53:46 
Abstract :
Gejala stres trauma sekunder yang ditandai dengan munculnya ingatan kejadian traumatis yang dialami orang lain, penolakan terhadap stimulus yang memicu ingatan traumatis, dan gejolak emosi, apabila dibiarkan akan menurunkan kualitas pelayanan dan fungsi psikologis (kognitif, emotif, dan konatif) pekerja sosial. Sebagai upaya untuk menurunkan gejala stress trauma sekunder, diperlukan tritmen psikologis yang mudah dan dapat dilakukan secara mandiri, efektif secara ekonomis, dan bersifat universal. Oleh karena itu Latihan Tremor Teraputik melalui Induksi Diri dianggap sesuai untuk menjawab kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas latihan Tremor Teraputik melalui Induksi Diri (Self-Induced Unclassified Therapeutic Tremor) untuk menurunkan gejala Stres Trauma Sekunder (STS) pada pekerja sosial. Hipotesis pada penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat STS pada pekerja sosial antara sebelum dan setelah diberikan latihan tremor teraputik melalui induksi diri (self-induced unclassified therapeutic tremors), dimana latihan tremor teraputik melalui induksi diri akan menurunkan tingkat STS. Subyek penelitian adalah pekerja sosial berjenis kelamin perempuan (N=5) yang terpapar cerita traumatis korban minimal 2 jam seminggu. Penelitian menggunakan satu kelompok eksperimen dengan cara membandingkan tingkat STS antara sebelum dan setelah intervensi. Intervensi berupa satu hari latihan bersama dan 14 hari latihan mandiri. Data diperoleh dari skor skala Stres Trauma Sekunder yang diisi pada saat pre-test dan post-test. Pengolahan data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat STS antara sebelum dan setelah intervensi. Hasil uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dengan nilai Z=2,023, dimana tingkat stres trauma sekunder sebelum intervensi (Rerata= 45,4) lebih tinggi daripada setelah intervensi (Rerata=26,2). Tidak ada cidera fisik dan psikis yang dilaporkan terjadi pada subyek penelitian selama dilakukan penelitian. Seluruh subyek merasakan manfaat dari latihan tremor teraputik melalui induksi diri meliputi dapat tidur nyenyak, tidak lagi mengalami mimpi mengenai korban yang didampingi, tidak mudah tersinggung, dan dapat berempati secara proporsional terhadap cerita yang dituturkan korban. 
Institution Info

Universitas Mercu Buana Yogyakarta