Abstract :
Gejala stres trauma sekunder yang ditandai dengan munculnya ingatan kejadian
traumatis yang dialami orang lain, penolakan terhadap stimulus yang memicu ingatan
traumatis, dan gejolak emosi, apabila dibiarkan akan menurunkan kualitas pelayanan dan
fungsi psikologis (kognitif, emotif, dan konatif) pekerja sosial. Sebagai upaya untuk
menurunkan gejala stress trauma sekunder, diperlukan tritmen psikologis yang mudah
dan dapat dilakukan secara mandiri, efektif secara ekonomis, dan bersifat universal. Oleh
karena itu Latihan Tremor Teraputik melalui Induksi Diri dianggap sesuai untuk
menjawab kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas latihan
Tremor Teraputik melalui Induksi Diri (Self-Induced Unclassified Therapeutic Tremor)
untuk menurunkan gejala Stres Trauma Sekunder (STS) pada pekerja sosial. Hipotesis
pada penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat STS pada pekerja sosial antara sebelum
dan setelah diberikan latihan tremor teraputik melalui induksi diri (self-induced
unclassified therapeutic tremors), dimana latihan tremor teraputik melalui induksi diri
akan menurunkan tingkat STS.
Subyek penelitian adalah pekerja sosial berjenis kelamin perempuan (N=5) yang
terpapar cerita traumatis korban minimal 2 jam seminggu. Penelitian menggunakan satu
kelompok eksperimen dengan cara membandingkan tingkat STS antara sebelum dan
setelah intervensi. Intervensi berupa satu hari latihan bersama dan 14 hari latihan mandiri.
Data diperoleh dari skor skala Stres Trauma Sekunder yang diisi pada saat pre-test dan
post-test. Pengolahan data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui
perbedaan tingkat STS antara sebelum dan setelah intervensi.
Hasil uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dengan nilai
Z=2,023, dimana tingkat stres trauma sekunder sebelum intervensi (Rerata= 45,4) lebih
tinggi daripada setelah intervensi (Rerata=26,2). Tidak ada cidera fisik dan psikis yang
dilaporkan terjadi pada subyek penelitian selama dilakukan penelitian. Seluruh subyek
merasakan manfaat dari latihan tremor teraputik melalui induksi diri meliputi dapat tidur
nyenyak, tidak lagi mengalami mimpi mengenai korban yang didampingi, tidak mudah
tersinggung, dan dapat berempati secara proporsional terhadap cerita yang dituturkan
korban.