Institusion
Universitas Peradaban
Author
Febriyanto, Rengga (NIM.42115022)
Subject
Terapi Obat, Terapi Umum, Diagnosa (Kemoterapi, Ayurveda, Pemeriksaan dan Pengobatan dll)
Datestamp
2019-12-18 08:38:14
Abstract :
Pravelensi Diabetes Mellitus (DM) setiap tahun terus meningkat. DM adalah penyakit metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. DM membutuhkan pelayanan kesehatan seumur hidup, dengan biaya pelayanan yang cukup besar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui biaya antidiabetik oral dan efektivitasnya pada pasien prolanis di Puskesmas Kebasen dan Puskesmas Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif melalui studi retrospektif dari rekam medis, resep prolanis, serta biaya obat di e-catalogue. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 44 pasien. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kebasen, Puskesmas Banyumas dan Apotek Karya Sehat Purwokerto. Analisis biaya dilakukan dengan menghitung biaya antidiabetik oral dan efektivitas terapi dengan menggunakan uji t berpasangan, ACER dan ICER. Hasil uji t berpasangan nilai p<0,05 menunjukan adanya perbedaan antara glukosa darah sebelum dan sesudah pemberian terapi. Total biaya antidiabetik oral (ADO) tunggal sebesar Rp 252.720. Total biaya terapi ADO kombinasi sebesar Rp
4.904.280. Efektivitas ADO tunggal terbesar pada metformin (66,67%) dengan nilai ACER Rp 550,8 dan ICER Rp -12.955. Efektivitas ADO kombinasi terbesar pada glimepirid+metformin (88%), dengan nilai ACER Rp 5.873 dan ICER Rp-
79.625. Kesimpulan: Biaya terapi antidiabetik oral baik tunggal maupun kombinasi memiliki perbedaan. Terapi ADO tunggal paling cost efektif adalah metformin, dan terapi ADO kombinasi paling cost efektif adalah glimepirid dengan metformin.