Institusion
Universitas Peradaban
Author
Prayogi, Syaiful (NIM.42115027)
Subject
Obat-Obatan, Materi Medika; Kimia Farmasi, Analisis Farmasi, Formula Obat
Datestamp
2019-12-18 08:38:27
Abstract :
Bahan baku obat di Indonesia hampir 90% masih impor baik dari Cina, India, maupun Eropa, total nilai impor pada tahun 2018 sebesar 5 milyar US$. Salah satu bahan baku obat yang masih impor adalah parasetamol. Solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan membuat bahan baku parasetamol. Parasetamol umumnya dibuat dengan cara asetilasi p-aminofenol dengan anhidrida asetat. Urutan reaktivitas senyawa pengasetilasi tersebut adalah asetil klorida > anhidrida asetat > asam asetat. Pemakaian asetil klorida diperkirakan menghasilkan asam klorida yang akan menghidrolisis produk parasetamol yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari asetilasi yang menghasilkan produk optimal pada sintesis parasetamol menggunakan anhidrida asetat, asam asetat dan campurannya. Sintesis dilakukan dengan mereaksikan p-aminofenol dengan senyawa pengasetilasi pada setiap variasi mol tanpa pemanasan kemudian crude hasil sintesis direkristalisasi menggunakan aquades panas. Untuk mengetahui kemurnian senyawa hasil sintesis dilakukan uji KLT dengan eluen aquades:aseton (6:4), penentuan titik lebur dan analisis dengan spektrofotometer IR. Hasil uji KLT sintesis parasetamol dari p-aminofenol dan anhidrida asetat (percobaan I); p-aminofenol dan anhidrida asetat dengan asam asetat (percobaan II) masing-masing menunjukkan nilai Rf 0,88 dan 0,88. Hasil uji titik lebur 169-173 0C (percobaan I) dan 168-170 0C (percobaan II). Hasil spekra IR sintesis percobaan I diperoleh data puncak 3788,19 cm-1 (w,-NH); 3664,75 - 3240,41 cm-1 (s,-OH); 2985,81 cm-1 (w,CH); 1651,07 cm-1 (m,C=O); 1435,04 cm-1 (m,C=C); 802,39 cm-1 (m,=CH bending) dan percobaan III diperoleh data puncak 3788,19 cm-1 (w,-NH); 3664,75 ? 3317,56 cm-1 (s,-OH); 2985,81 cm-1 (w,CH); 1658,78 cm-1 (m,C=O); 1494,76cm-1 (m,C=C); 794,67 cm-1 (m,=CH bending) yang identik dengan spektra parasetamol murni. Asetilasi paling optimal dengan rendemen tertinggi sebesar 59,5% diperoleh dari reaksi p-aminofenol dengan anhidrida asetat menggunakan perbandingan mol (1:1"1" ?"2" )