Abstract :
Pengujian rem yang dilakukan pada kendaraan dengan menggunakan sistem
rem LSPV masih tidak bisa dilaksanakan dengan efektif disebabkan karena apabila
kendaraan dengan sistem rem LSPV di uji maka rem pada hasil uji akan dibawah
ambang batas. Diperlukan beban muatan untuk menguji sistem rem LSPV agar rem
memenuhi ambang batas. Ambang batas hasil uji rem menurut dasar teknis
pemeriksaan laik jalan pada pengujian berkala kendaraan bermotor yaitu minimal
50% dari berat kendaraan (BK) dan Minimal 60% dari Jumlah berat yang
diperbolehkan (JBB) menurut KM 63 tahun 1993 pada uji tipe. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban muatan terhadap gaya pengereman dan
efisiensi rem kendaraan dengan sistem LSPV menggunakan alat uji (Brake Tester)
Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dimana
penelitian ini dilakukan penelitian terhadap pengujian rem utama dengan
menggunakan variable bebas yaitu perlakuan terhadap kendaraan dengan
menambahkan beban muatan diantaranya kendaraan dalam kondisi berat kosong
(BK) sebesar 559 Kg, kemudian ditambahkan beban sebesar 100 Kg, 300 Kg, 500
Kg, 700 Kg, 900 Kg, dan 1100 Kg. kemudian dilakukan Penginjakan pedal diberi
diberikan gaya sebesar 500 N dan 700 N yang diukur menggunakan pedal force
gauge, serta menggunakan putaran roll pada alat uji di kecepatan 12 Km/j dan 56
Km/j
Hasil dari penelitan ini yaitu Pengujian rem kendaraan dengan sistem LSPV
menggunakan alat uji dengan kecepatan roll pada alat uji sebesar 12 Km/j harus
menggunakan beban muatan atau simulator beban untuk mendapatkan hasil yang
optimal, sehingga hasil dari pengujian rem akan memenuhi ambang batas atau
efisiensi rem lebih dari 50% dan putaran roll berpengaruh terhadap hasil uji rem
utama kendaraan yang menggunakan sistem LSPV. Apabila menggunakan putaran
roll pada alat uji sebesar 56 Km/j, maka untuk menguji kendaraan yang menggunakan
sistem LSPV tidak perlu menggunakan beban muatan atau simulator beban.