Abstract :
Populasi kendaraan bermotor tiap tahunnya kian meningkat, akibat dari
meningkatnya kendaraan bermotor yaitu semakin menipisnya cadangan minyak
bumi dan polusi udara yang semakin memburuk. Untuk mengatasi hal tersebut
diperlukan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sebagai pengganti BBM
untuk kendaraan. Salah satu bahan bakar alternatif tersebut adalah bahan bakar gas
(BBG).
Gas yang digunakan pada umumnya yaitu gas CNG (Compressed Natural
Gas) atau gas alam terkompresi. Namun untuk menggunakan gas CNG perlu tangki
penyimpanan bertekanan tinggi sekitar 200 bar. Dengan tekanan sebesar 200 bar,
tentunya penanganan CNG perlu dilakukan secara hati-hati. Selain membutuhkan
tangki khusus untuk penyimpanan gas, NGV juga memerlukan Kit Konverter untuk
mengkoversi kendaraan yang menggunakan BBM ke BBG.
Diperlukan pemeriksaan teknis secara khusus untuk penanganan kendaraan
bermotor berbahan bakar gas. Di Seksi Pengujian Sarana Tandes Dinas
Perhubungan Kota Surabaya belum ada pemastian kondisi teknis sistem bahan
bakar pada kendaraan bermotor berbahan bakar gas, oleh karena itu perlu dirancang
Standar Operasional Prosedur terkait pemeriksaan teknis kendaraan bermotor
berbahan bakar gas.
Maka dari itu penulis merancang standar operasional prosedur menggunakan
metode studi literatur yang ada di indonesia dan luar negeri kemudian penulis
melakukan analisis komparatif guna mendapatkan data yang lebih kompleks.
Standar operasional prosedur yang dirancang penulis untuk pemeriksaan
persyaratan teknis meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kedudukan
instalasi dan pemeriksaan kebocoran komponen sistem bahan bakar gas.
Setelah dirancang standar operasional prosedur pemeriksaan persyaratan
teknis sistem bahan bakar pada kendaraan bermotor berbahan bakar gas, diharapkan
di unit pengujian kendaraan bermotor dapat menggunakan sebagai pedoman untuk
menjamin keselamatan secara teknis kendaraan bermotor yang menggunakan bahan
bakar gas atau NGV (Natural Gas Vehicle).