Abstract :
Kebutuhan kendaraan bermotor di Indonesia saat ini terus mengalami
peningkatan. Hal tersebut juga menyebabkan meningkatnya emisi gas buang
yang ditimbulkan dari aktifitas kendaraan bermotor. Penggunaan bahan bakar
sangat berpengaruh terhadap hasil emisi gas buang. Penggunaan Biosolar (B30)
menjadi alternatif bahan bakar saat ini dengan pencampuran fatty acid methyl
ester (FAME) 30%. Namum perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai hasil
uji emisi gas buang dari bahan bakar Biosolar (B30).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian perbandingan. Dengan
membandingkan opasitas gas buang pada kendaraan mobil barang Mitsubishi
tipe Colt Diesel Super Speed Fe 74 S berbahan bakar Solar dan Biosolar (30).
Data hasil penelitian dilakukan pengujian menggunakan uji independen T-Test
untuk mengetahui perbedaan opasitas yang dihasilkan dari kedua bahan bakar.
Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil opasitas pada
bahan bakar Solar dan Biosolar (B30) masih baik dan belum melebihi ambang
batas yang ditentukan oleh Peraturan Mentri Lingkungan Hidup No.05 Tahun
2006. Tercatat rata-rata opasitas gas buang dari bahan bakar solar sebesar dari
kedua bahan bakar tersebut ada perbedaan dari hasil opasitas dan yang paling
rendah adalah pada bahan bakar Biosolar (B30).