Abstract :
Pemeriksaan bagian bawah kendaraan merupakan bagian dari alur
kegiatan pengujian kendaraan bermotor yang dilakukan di atas Lorong uji.
Pemeriksaaan ini berfungsi untuk mengetahui kondisi, fungsi, pemasangan
sebuah komponen yang ada pada kendaraan, penguji wajib memberitahu
kekurangan kepada pemilik kendaraan untuk dapat memperbaikinya. Penguji
memberikan peringatan serta himbauan pada pengemudi saat kendaraan terjadi
kerusakan. Salah satu proses dari pemeriksaan teknis dalam pengujian
kendaraan bermotor adalah pemeriksaan bagian bawah kendaraan,khususnya
yang terlihat dari bagian bawah kendaraan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kerusakan
sistem pada pemeriksaan bawah kendaraan berdasarkan jenis dan tahun
pembuatan yang memenuhi persyaratan teknis. Metode penelitian desktriktif
kuantitatif dengan teknik pengummpulan dengan Analisa data bersifat
induktif/kuantitatif, dan hasil kualitatif. Lokasi penelitian di Kota Balikpapan
khususnya di Unit Pelaksana Teknis Kota Balikpapan.
Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa tingkat kerusakan pada
pemeriksaan bawah kendaraan berdasarkan jbb dan tahun pembuatan ter tinggi
ada pada sistem kemudi dengan rata-rata kerusakan 32 % sedangkan kerusakan
paling kecil ada pada sistem pembuangan denga rata-rata kerusakan 15 %.
Sehingga disarankan untuk para pemilik kendaraan untuk melakukan perawatan
secara mandiri di bengkel-bengkel resmi. Selain mengetahui presentase
kerusakan yang ada pada pemeriksaan bawah kendaraan,penelitian ini juga
diharapkan untuk memberi saran kepada penguji kendaraan bermotor agar
memperhatikan lagi pemeriksaan yang ada pada bawah kendaraan.