Abstract :
Katup digunakan untuk mengatur pemasukan campuran bahan bakar dan
udara serta pengeluaran gas sisa pembakaran. Banyaknya campuran udara dan
bahan bakar yang masuk ke ruang bakar sangat mempengaruhi parameter operasi
mesin bensin yang diatur oleh besar kecilnya ukuran celah katup. Pada penelitian
sebelumnya yang dilakukan Mulyadi (2016), Polusi udara yang telah terjadi selama
ini sebagian besar disebabkan oleh keberadaan kendaraan bermotor sebagai alat
transportasi, dimana pencemaran udara diakibatkan oleh emisi kendaraan
bermotor. Dengan variabel penelitian yaitu optimasi penggunaan viskositas
pelumas, penyetelan celah katup dan celah elektroda busi dengan 3 level.
Penelitian yang dilakukan penulis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi
penyetelan celah katup terhadap emisi gas buang pada mesin bensin tipe 5K.
Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan
merupakan penelitian kuantitatif, yaitu memaparkan secara jelas hasil eksperimen
di laboratorium terhadap benda uji, kemudian analisis datanya menggunakan
analisis deskriptif menjadi berbagai output yang dikehendaki para pengambil
keputusan.
Pengambilan data penelitian ini dihasilkan dari pengukuran konsumsi bahan
bakar pertalite, emisi gas buang pada mesin tipe 5K menggunakan variasi celah
katup dengan ukuran kerenggangan 0,15 mm, 0,20 mm, 0,25 mm dan 0,30 mm
pada suhu mesin kerja optimal 60°C- 70°C, dengan bahan bakar pertalite
menggunakan angka RON 90, sebanyak 4 kali pengulangan. Kesimpulan dari hasil
penelitian ini terdapat penyetelan celah katup yang tidak sesuai akan menghasilkan
partikel emisi gas buang CO dan HC terlalu tinggi, sehingga tidak sesuai dengan
standar ambang batas CO 4,5% dan HC 1200ppm/vol. Berdasarkan penelitian ini
diperoleh hasil celah katup yang sesuai dan menghasilkan partikel emisi gas buang
CO dan HC dibawah ambang batas, yakni dengan celah katup 0,30 mm.