Abstract :
Kegagalan sistem pengereman atau sering diistilahkan dengan
rem blong bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah
peggunaan rem terus menerus dijalan menurun, penyetelan rem tangan
yang terlalu Rapat, minyak rem yang tidak pernah dikuras dan tidak
pernah diganti karena adanya uap yang bercampur dengan air (vapor
lock). Sebagai salah satu cara untuk memastikan persyaratan teknis dan
laik jalan kendaraan. Di pengujian Kendaraan Bermotor salah satu nya
adalah pemastian persyaratan teknis dan laik jalan sistem pengereman,
baik dari kondisi komponen ataupun hasil efisiensi remnya harus berada
diatas ambang batas, banyak aspek pemeriksaan teknis pada rem salah
satunya kondisi cairan rem, namun hal ini kurang diperhatikan pada
pelaksanaan pemeriksaan teknis pada Unit Pelaksana Teknis Pengujian
Kendaraan Bermotor.
Dalam penelitian ini menggunakan metode Quasi Ekperimental,
dimana penelitian ini dilakukan pengamatan dan pemeriksaan secara
langsung terhadap cairan minyak rem pada alat uji braketester, dengan
menggunakan variabel bebas yaitu kondisi cairan minyak rem dan hasil
efisiensi rem menggunakan alat uji brake tester, lalu variabel terikatnya
adalah hasil pemeriksaan wajib uji kendaraan bermotor.
Pemeriksaan kondisi cairan minyak rem pada kendaraan bermotor
wajib uji di Unit Pelaksana Teknis daerah Pengujian Kendaraan Bermotor,
jarak tempuh pada odometer semakin jauh maka akan berpengaruh pada
kadar air didalam cairan minyak rem. Perbandingan hasil uji rem terhadap
kondisi cairan minyak rem yang ideal dan tidak ideal pada alat uji
braketester sangat berpengaruh karena pada saat cairan minyak rem
yang tidak ideal atau memiliki kadar air yang tinggi maka pada saat uji
Braketester hasil uji atau nilai tidak mencapai ambang batas.