Abstract :
Kawasan sekolah merupakan kawasan yang banyak menimbulkan tumbuhnya
pejalan kaki. Hasil pengamatan di kawasan pendidikan Kecamatan Margahayu
Kabupaten Bandung terlihat fasilitas penyeberangan hanya terdapat pada SMP
Negeri 1 Margahayu saja. Sedangkan sekolah lainnya belum memiliki fasilitas
penyeberangan. Konflik lalu lintas yang hendak dan telah menuju sekolah terjadi
saat jam sibuk cukup tinggi. Kawasan pendidikan Kecamatan Margahayu terletak
di Jalan raya Kopo ? Sayati yang merupakan jalan provinsi dengan tipe jalan 4/2
UD yang menghubungkan antara Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung
sehingga keselamatan pejalan kaki perlu menjadi perhatian yang serius.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan
perhitungan PV
dan perhitungan statistik uji normal (uji Z, dengan
membandingkan nilai Zhitung dan nilai Z Tabel (ketetapan 1,645) dengan tingkat
kesalahan 5% untuk perilaku penyeberang, perilaku pengantar, dan kecepatan
sesaat, untuk kinerja jalan mengacu pada MKJI 1997, serta mengetahui presepsi
dan preferensi dari guru, orangtua siswa, dan siswa dengan menggunakan
metode wawancara terbuka sebagai survei pendahuluan. Untuk mengetahui
jumlah titik konflik sebelum rekomendasi dilakukan dengan pengamatan video
menggunakan kamera drone dan kemudia melakukan analisis dengan
mengelompokkan tingkat keseriusan konflik menjadi serius konflik dan non serius
konflik.
2
Hasil dari penelitian tersebut adalah direkomendasikan untuk diterapkan Zona
Selamat Sekolah pada kawasan pendidikan Kecamatan Margahayu dengan
desain berupa dua buah zebracross, warning light, rambu peringatan Zona
Selamat Sekolah, rambu batas kecepatan maksimum 30 km/jam, dan rambu
peringatan banyak penyeberang jalan. Selain itu, konflik lalu lintas yang terjadi
pada kawasan tersebut menyebar dengan jumlah 15 titik konflik dengan tingkat
serius konflik berjumlah 15.