Abstract :
Implementasi transportasi berkelanjutan dapat dicapai melalui
pengembangan sistem angkutan umum yang efisien dan efektif di daerah
perkotaan maupun pedesaan. Kabupaten Sidoarjo telah menerapkan angkutan
umum pedesaan sebagai upaya untuk meningkatkan mobilitas penduduk. Dari
jumlah total 57 trayek angkutan pedesaan di Kabupaten Sidoarjo, hanya 14 trayek
yang masih beroperasi saat ini. Trayek HA adalah Trayek yang memiliki load faktor
paling rendah pada tahun 2022 dengan load faktor sebesar 25%. Penurunan load
faktor ini disebabkan karena kinerja operasional yang rendah dan tingkat
pelayanan angkutan pedesaan yang belum memuaskan pengguna. Dalam studi
ini, digunakan metode analisis deskriptif untuk menganalisis kinerja operasional.
Metode ini memberikan gambaran tentang efektivitas dan efisiensi sistem
angkutan. Untuk menilai tingkat kepuasan pengguna trayek HA, digunakan metode
analisis important performance. Metode ini memungkinkan pengguna menilai
tingkat kepentingan dan kinerja layanan angkutan umum, sehingga dapat
diketahui strategi perbaikan prioritas dari kinerja layanan angkutan pedesaan
trayek HA. Hasil analisis diperoleh nilai kinerja operasional angkutan pedesaan
trayek HA belum memenuhi standar, kecuali variabel waktu perjalanan. Nilai load
faktor (21%), headway (32 menit), waktu tunggu (16menit), frekuensi (2),
kecepatan perjalanan (22 Km/jam), penyimpangan trayek (72%), waktu
perjalanan (21 menit). Hasil analisis kepuasan pengguna trayek HA menunjukkan
10 indikator termasuk Kuadran A (prioritas perbaikan), 3 indikator termasuk
Kuadran B (Pertahankan pelayanan), 5 indikator termasuk Kuadran C (tidak harus
ditingkatkan pelayanannya), 2 indikator termasuk kuadran D (Pelayanan
berlebihan). Untuk meningkatkan pelayanan trayek HA maka diperlukan
peningkatan layanan pada jadwal operasional, peningkatan infrastruktur, pelatihan
dan pengembangan pengemudi, pengawasan rutin, serta inovasi dan teknologi.