DETAIL DOCUMENT
PENGARUH CAMPURAN SERBUK TULANG SAPI DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA PADA KARAKTERISTIK KAMPAS REM KOMPOSIT
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
SAPUTRA, BAGUS ARI
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2023-08-03 01:14:46 
Abstract :
Jumlah kendaraan di Indonesia pasti akan terus meningkat karena belum adanya aturan terkait masa atau batas waktu suatu kendaraan, tentu saja hal ini akan diikuti oleh kenaikan komponen yang dibutuhkan oleh kendaraan bermotor. Komponen utama, penting serta sering mengalami pergantian yaitu kampas rem pada kendaraan bermotor, setiap kendaraan wajib memiliki komponen rem yang berfungsi untuk menghentikan kendaraan atau mengontrol kendaraan pada saat melaju dengan kecepatan. Namun komponen kampas rem saat ini terus berkembang dengan adanya ide untuk melakukan perkembangan terkait bahan kampas rem yang digunakan, sering didapati kampas rem yang menggunakan bahan yang berbahaya diantaranya yaitu bahan asbestos. Maka dari itu perlu adanya pengembangan pada pembuatan kampas rem yang ramah lingkungan seperti menggunakan bahan komposit dari serbuk tulang sapi dan arang tempurung kelapa. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah eksperimen, terdapat beberapa tahapan untuk mengelola bahan serbuk tulang sapi dan arang tempurung kelapa untuk dijadikan sebuah produk kampas rem yaitu seperti menyiapkan bahan, alat, proses pencetakan, proses pembuatan, proses pembentukan, dilanjut dengan proses uji yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah bahan komposit yang telah dibuat dengan komposisi yang telah ditentukan sudah sesuai dengan standart SAE J661. Uji yang dilakukan terkait dengan uji kekerasan, uji keausan, uji massa jenis, uji ketahanan panas dan uji jarak pengereman. Hasil pada penelitian yang telah dilakukan, uji kekerasan tertinggi pada nilai 71,44 HV, nilai keausan tertinggi 4,83863 x 10-6 mm2/kg , massa jenis dengan nilai terbaik, 1,64 gr/cm3, hasil uji jarak pengereman dengan nilai perlambatan terbaik 12,6 m/s2, untuk uji ketahanan panas semua sesuai dengan standart karena tidak ada perubahan bentuk pada permukaan spesimen. 
Institution Info

Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan