Abstract :
Kabupaten Blitar merupakan salah satu wilayah dalam provinsi Jawa Timur
dengan tingkat kecelakaan per tahunnya terbilang cukup tinggi. Tingginya jumlah
kasus kecelakaan di kalangan pelajar disebabkan masih banyak pelajar
mengendarai kendaraan bermotor pribadi sebagai sarana transportasi. Dinas
Perhubungan Kabupaten Blitar telah menyediakan 2 trayek bus sekolah, salah
satunya memiliki rute mulai dari Kanigoro, Talun, Selopuro, dan finish di Wlingi..
Tingginya minat pelajar untuk menaiki bus sekolah tidak sebanding dengan
kapasitas bus sekolah sehingga penumpang bus merasa kurang nyaman. Untuk
itu dibutuhkan kajian penelitian efektivitas pelayanan bus sekolah.Perhitungan
analisa data dalam penelitian berdasarkan standar kinerja pelayanan angkutan
(Surat Keputusan Direktorat Jenderal Nomer 687 Tahun 2002), PM 29 Tahun
2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98
Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan
Bermotor Umum Dalam Trayek,dan perhitungan jumlah armada dalam buku
dasar-dasar ilmu transportasi. Jumlah Sampel yang digunakan sebanyak 91
responden untuk mengukur tingkat pelayanan bus sekolah dengan metode
skoring.Hasil analisis penilaian kinerja bus sekolah di Kabupaten Blitar bernilai 16
termasuk dalam kategori sedang. Indikator pelayanan minimal angkutan umum
terdapat 2 indikator termasuk kategori tidak baik yaitu indikator kenyamanan
dan kesetaraan.Ttrayek yang diteliti memerlukan penambahan bus sekolah
sebanyak 4 unit agar tidak terjadi overload.
Kata Kunci : Efektivitas, Kecelakaan, Pelayanan Bus Sekolah