DETAIL DOCUMENT
MIKROSIMULASI SOFTWARE VISSIM TERHADAP PENERAPAN APILL PADA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: SIMPANG JEMBATAN 5 INSPEKSI KALIMALANG, KAB. BEKASI)
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
SEPTYANINGRUM, IKA MILENIA
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2022-08-09 09:22:50 
Abstract :
Persimpangan merupakan titik pertemuan antara beberapa ruas jalan yang memiliki konflik lalu lintas masing-masing dan menjadi simpul perpotongan arus lalu lintas yang saling berlawanan. Pengendalian konflik yang tepat diperlukan guna mengurangi potensi terjadinya tabrakan antar kendaraan. Simpang Jembatan 5 Inspeksi Kalimalang, merupakan simpang tak bersinyal yang memiliki empat kaki simpang dengan salah satu kaki simpang merupakan sebuah jembatan. Simpang Jembatan 5 kalimalang belum memiliki alat pengatur lalu lintas. Hal tersebut mengakibatkan banyak terjadi konflik lalu lintas pada persimpangan. Oleh karena itu perlu diupayakan suatu pengendalian yang baik pada persimpangan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Software VISSIM untuk menganalisis kinerja simpang kondisi eksisting di lapangan dan kondisi penanganan sebagai rekomendasi simpang. Software SSAM untuk menganalisis konflik lalu lintas yang terjadi pada simpang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh alternatif penanganan dari permasalahan konflik lalu lintas yang terjadi pada simpang Jembatan 5 Kalimalang. Hasil perbandingan antara kondisi eksisting terkait berupa pengurangan konflik lalu lintas dan kinerja simpang diperoleh alternatif penanganan simpang yaitu penambahan APILL pangaturan 2 fase dengan waktu siklus 125 detik. Alternatif tersebut mampu menurunkan konflik lalu lintas sebesar 34% dan nilai tundaan sebesar 12,4 artinya tingkat pelayanan simpang turun menjadi B. Dengan terjadinya penurunan konflik lalu lintas dan penurunan tingkat pelayanan simpang dapat diartikan tingkat keselamatan Simpang Jembatan 5 Kalimalang meningkat. 
Institution Info

Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan