Abstract :
Pada pengujian kendaraan bermotor yang dilakukan di gedung pengujian, terdapat
banyak polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang dari kendaraan yang
sedang diuji. Upaya untuk mengurangi emisi gas buang yang berbahaya yaitu
dengan penggunaan alat untuk mengukur kadar gas dalam ruangan dan
penggunaan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menggunakan
exhaust fan sebagai pengurai kadar gas yang ada pada gedung pengujian. Pada
penelitian ini membahas tentang alat pendeteksi kadar gas CO dan HC melalui
monitoring aplikasi pada gedung Pengujian Kendaraan Bermotor. Penelitian ini
dirancang dengan menggunakan metode penelitian Research and Development
(RnD). Metode ini digunakan untuk menghasilkan suatu produk berupa alat, pada
alat ini menggunakan exhaust fan dan pendeteksian kadar gas yang berbasis
arduino uno dengan aplikasi Blynk yang digunakan untuk monitoring kadar gas.
Pengumpulan data berupa observasi secara langsung dan dokumentasi. Pada uji
coba pengujian alat akan dilakukan di dua Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor
yang berbeda. Pada penilaian validasi alat dilakukan dilakukan oleh validator
dengan mengisi lembar validasi. Hasil uji coba penggunaan alat pada kedua
gedung terdapat perbedaan pada hasil deteksi kadar gas CO HC. UPTD PKB Kota
Tangerang Selatan dengan rata-rata nilai CO: 2,92ppm HC: 101,8ppm. Sedangkan
pada UPTD PKB Kota Tangerang dengan rata-rata nilai CO: 2,14ppm HC: 79,1ppm
dan diketahui pukul 08.30 hingga pukul 11.15 terdeteksi berbahaya, sedangkan
pukul 11.30 hingga pukul 14.00 terdeteksi aman. Untuk hasil proses validasi yang
dilakukan oleh validator mendapatkan nilai 92% dengan kategori sangat layak.