Abstract :
Tingkat kematian di Indonesia yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas jalan
masih cukup tinggi, dimana sebagian dari kecelakaan tersebut diakibatkan oleh
kendaraan angkutan barang (truk). Pada umumnya kecelakaan lalu lintas terjadi
oleh beberapa faktor seperti pelanggaran, kelalaian atau tindakan yang tidak hatihati
para pengguna jalan, kondisi lingkungan yang ekstrem yang dapat
menyebabkan pandangan terhalang, jalanan licin. Secara umum faktor utama
penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah faktor manusia itu sendiri atau
(Krug, 2012).
Pada pengemudi angkutan barang, variabel yang mempengaruhi tindakan
mengemudi adalah tingkat kemampuan, pengetahuan, keterampilan.
Pengetahuan keselamatan berkendara merupakan faktor risiko terjadinya perilaku
keselamatan berkendara sehingga pengemudi dengan pengetahuan keselamatan
berkendara rendah memiliki risiko 2,14 kali lebih besar menyebabkan perilaku
keselamatan berkendara tidak aman dibandingkan dengan pengemudi yang
memiliki pengetahuan tinggi. Pengemudi yang memiliki pengetahuan tinggi akan
mampu membedakan antara cara mengemudi aman dan yang tidak aman,
sehingga kecelakaan dapat dihindari. Keselamatan perjalanan juga dipengaruhi
oleh kompetensi pengemudi dalam mengendalikan kendaraan di jalan