Abstract :
Damri Cabang Mataram trayek Mataram-Talonang menimbulkan bahaya dan risiko kecelakaan ataupun kerusakan mesin yang sangat tinggi. Penyebab bahaya terjadinya kecelakaan adalah medan pegunungan yang berkelok-kelok, tanjakan dan turunan panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bahaya dan risiko yang terjadi pada trayek serta melakukan pengendaliannya. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif mencari fenomena, sifat, atau asal suatu permasalahan yang akan diteliti. Data diperoleh dari hasil wawancara kepada pengemudi, mekanik, dan kuesioner penumpang kemudian diolah menggunakan tabel HIRADC dan didapatkan pengendaliannya berdasarkan hasil kemungkinan terjadi dan tingkat keparahan yang terjadi. Bahaya paling sering terjadi dalam keadaan musim penghujan menyebabkan tanah longsor, batuan longsor, pohon tumbang yang menutupi area medan jalan yang dilalui bus. Risiko kecelakaan bus jarang terjadi dikarenakan pengalaman dari sopir trayek tersebut yang sudah memahami keadaan trayek Mataram-Talonang. Mekanik masih kurang memakai pemakaian alat pelindung diri ketika melakukan pekerjaan perbaikan bus. Bahaya risiko berdasarkan dari kuesioner penumpang merupakan bahaya dan risiko yang menyebabkan terhambatnya perjalanan bus. Bahaya dan risiko yang terjadi pada trayek disebabkan oleh faktor alam dan keadaan lingkungan medan jalan yang berada di jalur pegunungan yang berisiko fatal adalah rem blong dengan tingkat risiko tinggi. Bahaya dan risiko pada mekanik yang fatal adalah perbaikan di atap bus, perbaikan bagian chasis bus, dan pemotongan pengelasan dengan tingkat risiko tinggi. Bahaya risiko dari kuesioner penumpang terdapat beberapa bahaya berisiko sedang yaitu kecelakaan ke jurang, pohon tumbang dijalan, longsoran bebatuan ditengah jalan, longsoran tanah ditengah jalan yang menyebabkan terhambatnya perjalanan bus.