Abstract :
Memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan setiap kendaraan harus
melaksanakan Pengujian Kendaraan Bermotor yang dilakukan dengan cara
menguji setiap kendaraan bermotor wajib uji dengan menggunakan peralatan uji
agar setiap kendaraan bermotor benar - benar laik untuk dioperasikan dijalan.
Untuk menunjang pengujian kendaraan bermotor tersebut maka diperlukan alat
uji yang baik dan terawat, dimana pemeliharaan dan perawatan alat uji merupakan
faktor yang penting guna mendukung kelaikan jalan kendaraan bermotor, tidak
hanya faktor alat uji saja yang perlu diperhatikan melainkan juga fator penguji.
Pada pengujian kendaraan bermotor kabupaten tangerang banyak kendaraan
yang tidak laik jalan dikarenakan pengaruh tekanan angin ban yang
mempengaruhi hasil pengujian side slip tester.
Penelitian ini membahas Pengaruh Tekanan Angin Ban Terhadap Hasil Uji
Side Slip Tester Pada Kendaraan bermotor wajib uji Kabupaten Tangerang.
Penelitian ini menggunakan metode komparatif. Penelitian komparatif merupakan
penelitian yang sifatnya membandingkan yaitu membandingkan hasil side slip
berdasarkan pada tekanan angin yang berbeda ? beda.
Kendaraan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 100
kendaraan dari 497 kendaraan perharinya. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa
salah satu hal yang mempengaruhi hasil uji side slip tester adalah tekanan angin
ban yang di atas standar dimana pada pengujian side slip tester kendaraan tidak
memenuhi nilai ambang batas sebesar -5 mm/m sampai + 5mm/m yang diukur
pada kecepatan tidak lebih dari 5 km/jam