Abstract :
Transportasi melibatkan pemindahan penumpang dan barang dengan unsur pergerakan (movement). Kecelakaan transportasi masih terjadi, seperti kecelakaan tunggal Mobil Bus Wisata AD 1507 EH yang menabrak samping Bukit Bego. Penyebabnya adalah kegagalan sistem rem karena Exhaust brake tidak berfungsi. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mengembangkan alat bantu pemeriksaan Exhaust brake berbasis mikrokontroler.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini Research and Development (R&D) digunakan untuk membuat produk alat bantu pemeriksaan Exhaust brake dengan sensor Suara DFR dan sensor udara. Alat ini digunakan oleh 3 petugas penguji untuk memastikan kinerja Exhaust brake pada kendaraan yang diuji
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat bantu pemeriksaan Exhaust brake mampu mendeteksi kenaikan suara pada mesin dan penurunan tekanan udara pada sistem Exhaust brake. Sensor suara dapat mendeteksi kenaikan suara, dengan peringatan LED hijau dan tampilan kebisingan suara pada LCD I2C dalam satuan dB. Alat ini memiliki tingkat keakuratan 97%. Sensor udara memiliki tingkat keakuratan 92%. Alat bantu pemeriksaan Exhaust brake berbasis mikrokontroler ini membantu petugas penguji dalam melakukan pemeriksaan.