Abstract :
Kota bogor merupakan kota yang mengusung kota hijau dan ramah pejalan kaki membuat banyak wisatawan berkunjung serta meningkatkan jumlah pejalan kaki, penyeberang jalan dan volume kendaraan. Keselamatan pejalan kaki harus lebih diperhatikan terutama pada kawasan pertokoan dan wisata karena banyak pejalan kaki yang melakukan aktivitas berpindah tempat dari suatu jalan ke jalan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko dan pengendalian risiko pada jalan Pajajaran, jalan KH Sholeh Iskandar, jalan Abdullah Bin Nuh serta memberikan mitigasi untuk mengurangi risiko. Penelitian ini menggunakan metode HAZOP ( Hazard and Operability ). Metode ini dimulai dengan mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko. Hasil penelitian diketahui bahwa pada jalan Pajajaran dengan 3 zona memiliki 19 sumber bahaya. Sumber bahaya terdiri dari risiko sedang sejumlah 5, risiko tinggi sejumlah 4 dan risiko ekstrim sejumlah 10. Jalan KH. Sholeh Iskandar 3 zona terdapat 20 sumber bahaya. Sumber bahaya terdiri dari risiko sedang sejumlah 5, risiko tinggi sejumlah 10. Jalan Abdullah Bin Nuh 2 zona memiliki 14 sumber bahaya. Sumber bahaya terdiri dari risiko sedang sejumlah 2, risiko tinggi sejumlah 4 dan risiko eksrim sejumlah 8. Sehingga diberikan rekomendasi berupa rambu, pembuatan zebra cross, pemasangan pelican crossing dan rumble strip. Serta melakukan operasi parkir liar dan melakukan sosialisasi keselamatan berjalan dan menyeberang melalui berbagai macam media.