Abstract :
Angka kejadian kecelakaan lalu lintas di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Rata-rata, kecelakaan lalu lintas terjadi pada pelajar yakni siswa sekolah menengah ke atas atau sederajat selaku pengguna jalan yang secara umur sudah dapat memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Banyak kecelakaan terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman ataupun kesadaran manusia terkait berlalu lintas. Pelajar tingkat SLTA Sederajat merupakan pelaku sekaligus korban yang paling besar pada kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dilakukannya pembuatan aplikasi sistem pendukung keputusan (SPK) dirasa sangat diperlukan untuk menilai sebuah sekolah apakah sudah sadar atau belum sadar tentang keselamatan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penyusunan aplikasi ini adalah certainty factor. Certainty factor merupakan salah satu dari sekian banyak model pengambangan model perangkat lunak, dengan model turunannya adalah protoype. Tahapan yang dilakukan pada model turunan prototype dimulai dari intial requirements, quick plan and modelling quick design, customer evaluation, review and updation, development dan test and maintenance. Nilai yang dihasilkan dari perhitungan menggunakan metode CF berkisar antara