Abstract :
Seiring dengan berjalannya waktu angka kecelakaan transportasi di Indonesia
khususnya transportasi jalan jumlahnya semakin meningkat. Kabupaten Tabanan
merupakan salah satu akses transportasi Jawa ? Bali sehingga sebagian besar
kendaraaan dari arah Jawa menuju Bali maupun sebaliknya melewati Kabupaten
Tabanan. Berdasarkan analisis lokasi rawan kecelakaan yang dilakukan oleh TIM
PKP DIV MKTJ Angkatan 3 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Kabupaten
Tabanan dengan menggunakan metode EAN (Equivalent Accident Number)
didapatkan hasil Blacksite dengan skor tertinggi pada ruas jalan Antosari ?
Pesiapan. Pada penelitian ini dilakukan Audit Keselamatan Jalan untuk
mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko, serta membuat rekomendasi
manajemen antisipasi bahaya dan risiko sepanjang jalan Antosari ? Pesiapan.
Metode yang digunakan untuk pengukuran risiko dalam penelitian ini adalah nilai
peluang defisiensi keselamatan infrastruktur jalan terhadap potensi kecelakaan
dan nilai dampak keparahan korban kecelakaan berdasarkan tingkat fatalitas yang
dikemukakan oleh Mulyono (2009).
Hasil pengkategorian risiko pada Jalan Antosari ? Pesiapan terdapat 3 STA yang
berkategori Berbahaya (B) yaitu STA 6 (Lumajang) dengan nilai 308, STA 8
(Bantas) dengan nilai 308, dan STA 11 (Megati) dengan nilai 283. Dari hasil
pengkategorian tersebut telah disusun manajemen risiko dan antisipasi bahaya
pada setiap segmen dan setiap defisiensi yang disusun dalam bentuk dokumen
keselamatan perjalanan pada Jalan Antosari ? Pesiapan.