Abstract :
Kecelakaan yang terjadi pada simpang empat bersinyal DPD Golkar dari tahun
2014 - 2016 terjadi sebanyak 13 kecelakaan yang menimbulkan korban 1
meninggal dunia dan 31 lainnya mengalangi luka ringan. Sementara kerugian
material yang disebabkan kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada simpang empat
DPD Golkar dari tahun 2014 ? 2016 adalah senilai Rp.28.700.000,00. Salah satu
upaya yang dilakukan untuk mengurangi kecelakaan pada simpang adalah dengan
melakukan pengaturan pada simpang. Simpang diberi pengaturan APILL bertujuan
untuk menghindari terjadinya konflik lalu lintas dan sebagai upaya untuk
mempertahankan kapasitas jalan.
Cara yang digunakan untuk membuktikan pernyataan tersebut adalah dengan
melakukan analisis kinerja simpang dan konflik lalu lintas. Metode yang digunakan
dalam analisis kinerja simpang adalah menggunakan perhitungan pada MKJI,
sedangkan analisis konflik lalu lintas untuk mengetahui tingkat keseriusan konflik
lalu lintas adalah dengan menggunakan metode Traffic Conflict Technique (TCT).
Metode TCT adalah salah satu metode untuk mengobservasi, mengidentifikasi
konflik lalu lintas. Langkah selanjutnya adalah memberikan rekomendasi dan
penanganan dari permasalahan konflik lalu lintas dengan menggunakan software
PTV Vissim 09.
Rekomendai yang dilakukan adalah dengan menggunakan pemilihan skema
menggunakan 2,5 fase dan 3 fase yang selanjutnya dilakukan perbandingan
dengan 2 fase (eksisting) dan dipilih skenario yang paling tepat. Dari skema
rekomendasi yang telah dilakukan dengan menggunakan software PTV Vissim 09
didapatkan skema yang paling tepat yaitu menggunakan pengaturan 2,5 fase .
Hasil dari simulasi 2,5 fase ternyata efektif mengurangi jumlah terjadinya konflik
lalu lintas dan tingkat pelayanan masih dalam kondidi baik.