Abstract :
Pejalan kaki merupakan salah satu pengguna jalan yang paling rentan terhadap
terjadinya kecelakaan. Dari hasil pengamatan di ruas jalan Kaliurang Km. 14,5
depan Universitas Islam Indonesia terlihat belum tersedianya fasilitas pejalan kaki
yang memadai sesuai dengan kebutuhan pejalan kaki. Hal ini dapat dilihat dari
kondisi zebra cross yang sudah tidak jelas sehingga jarang digunakan oleh pejalan
kaki, selain itu kondisi trotoar yang ada juga sudah rusak dan sering dijadikan
tempat berjualan dan parkir kendaraan.
Ruas jalan Kaliurang juga merupakan jalan utama untuk menuju ke tempat wisata
Gunung Merapi, sehingga pada waktu tertentu seperti waktu liburan volume
kendaraan menjadi meningkat. Dengan kondisi fasilitas pejalan kaki yang buruk
dan volume lalu lintas yang tinggi megakibatkan adanya konflik antara pejalan kaki
dan lalu lintas kendaraan yang mengakibatkan tingkat pelayanan pejalan kaki
menjadi kurang memadai. Kondisi ini mampu menyebabkan terjadinya potensi
kecelakaan maupun kemacetan.
Dari hasil analisis mengenai fasilitas pejalan kaki guna meningkatkan tingkat
pelayanan sesuai dengan kebutuhan pejalan kaki baik yang menyusuri maupun
yang menyeberang, untuk fasilitas pejalan kaki menyusuri didapatkan
rekomendasi awal untuk lebar trotoar dikedua sisi jalan adalah 1,54 meter, dan
untuk fasilitas pejalan kaki yang menyusuri didapatkan rekomendasi awal berupa
pelican crossing dengan pelindung. Guna meningkatkan minat pejalan kaki untuk
mengunakan fasilitas pejalan kaki maka pada desain fasilitas pejalan kaki perlu
ditambahkan pagar pengaman antara trotoar dan badan jalan selain itu perlu
ditambah pohon peneduh di jalur pejalan kaki, hal ini didapat dengan mencari
tingkat kepuasan pejalan kaki guna meningkatkan minat untuk menggunakan
fasilitas pejalan kaki dengan mengunakan metode Importance Performance
Analysis (IPA).