Abstract :
Jalur pedestrian merupakan salah satu kelengkapan sebuah kota, yang
dibutuhkan oleh pejalan kaki untuk dapat bergerak dengan mudah, aman dan
nyaman dari satu tempat ke tempat lainnya. Pejalan kaki merupakan salah satu
pengguna jalan yang paling rentan terhadap terjadinya kecelakaan. Pejalan kaki
adalah orang yang melakukan aktifitas berjalan kaki dan merupakan salah satu
unsur pengguna jalan. Sarana dan prasarana pejalan kaki harus ditingkatkan
untuk mendukung keselamatan pejalan kaki, sebab pejalan kaki merupakan
unsur yang paling rentan ketika terjadi kecelakaan karena tidak memiliki
pengaman seperti alat transportasi lainnya dalam melakukan aktivitas. Dari hasil
pengamatan pada jalan Imam Bonjol Kabupaten Tabanan terlihat masih
kurangnya fasilitas pejalan kaki yang berdampak pada keinginan masyarakat
untuk berjalan kaki sehingga perlu adanya pembenahanan fasilitas pejalan kaki.
Tujuan dari penelitin ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting, karakteristik
pejalan kaki, tingkat kepuasaan pejalan kaki, serta memberikan usulan fasilitas
yang sesuai. Dalam menentukan usulan fasilitas yang sesuai, penelitian ini
berpedoman pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia serta menggunakan metode
Kano guna mengetahui tingkat kepuasan pejalan kaki.
Dari hasil Analisis menyatakan bahwa karakteristik pejalan kaki di jalan Imam
Bonjol memiliki ruang pejalan kaki 0,16 m²/org dengan tingkat pelayanan E,
sedangkan Arus Pejalan kaki 1,6 orang/menit/meter dengan tingkat pelayanan A.
Sementara itu, dari analisis Kano dapat diketahui bahwa populasi pejalan kaki di
jalan Imam Bonjol tidak puas terhadap fasilitas yang tersedia. Usulan fasilitas
pejalan kaki yang disarankan antara lain pelebaran trotoar, permukaan Jalur
Pejalan kaki, keberadaan pedangan kaki lima, fasilitas penyeberangan yang
aman (Pelican Crossing) dan keberadaan pohon peneduh.