Abstract :
Persimpangan merupakan tempat bertemunya kendaraan yang satu
dengan kendaraan yang lain dari arah yang bertentangan yang biasa disebut
dengan konflik lalu lintas. Pengendalian konflik yang benar atau sesuai sangat
diperlukan guna mengurangi potensi terjadinya tabrakan antar kendaraan.
Simpang stagger Kota Mojokerto, merupakan simpang tak bersinyal yang
memiliki empat kaki pendekat dimana salah satu kaki pendekat simpang
bergeser ke kiri sehingga tidak lurus dengan kaki pendekat simpang didepannya.
Pada simpang stagger di Kota Mojokerto belum diatur arus lalu lintasnya. Hal ini
yang menyebabkan konflik persimpangan banyak terjadi. Oleh karenanya pada
daerah persimpangan perlu diupayakan suatu pengaturan atau pengendalian
yang baik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah vissim untuk analisis
kinerja simpang kondisi eksisting dan kondisi penanganan simpang. SSAM untuk
analisis konflik lalu lintas yang terjadi pada simpang. Langkah selanjutnya adalah
memberikan alternatif penanganan dari permasalahan konflk lalu lintas yaitu
dengan pengaturan 2 fase dan 3 fase. Kemudian dilakukan perbandingan dengan
kondisi eksisting terkait pengurangan konflik lalu lintas dan kinerja simpang.
Alternatif penanganan simpang yang dipilih yaitu penambahan APILL
dengan pangaturan 2 fase dan waktu siklus 32 detik karena Pada alternatif ini
mampu menurunkan konflik lalu lintas sebanyak 31% dan nilai tundaan 17,33
dengan tingkat pelayanan B. Dengan penurunan konflik lalu lintas dan tingkat
pelayanan simpang yang baik maka tingkat keselamatan simpang stagger akan
meningkat.