Abstract :
Pertumbuhan sepeda motor setiap tahunnya meningkat hal ini
disebabkan karena sepeda motor merupakan moda transportasi utama
masyarakat Indonesia. Bertambahnya sepeda motor akan
mempengaruhi kinerja suatu ruas jalan, penumpukan kendaraan sering
terjadi di tiap kaki simpang maupun di ruas jalan hal ini mengakibatkan
kemacetan atau tundaan di simpang atau ruas jalan. Penerapan Ruang
Henti Khusus (RHK) sepeda motor pada persimpangan merupakan salah
satu alternatif pemecahan masalah penumpukan sepeda motor pada
persimpangan bersinyal (Idris, 2007).
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja penerapan ruang henti
khusus pada simpang bersinyal di Kota Purwokerto. Parameter yang
digunakan pada penelitian ini adalah kondisi eksisting, kondisi lapangan
dan presentase keterisian RHK. Metode penelitian dilakukan dengan cara
menghitung jumlah kendaraan pada RHK dan kemudian mengetahui
efektivitas penerapan RHK.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kinerja ruang henti
khusus pada Simpang Alun alun pada pendekat barat dan utara telah
berhasil diterapkan. Sementara pendekat timur belum berhasil
diterapkan, karena tingkat keterisian RHK yang rendah kurang dari
20%. Kinerja ruang henti khusus pada Simpang Gor Satria pada semua
pendekat telah berhasil diterapkan. Hal ini dikarenakan banyaknya
sepeda motor yang mengisi area RHK dan pengguna jalan menaati
rambu lalu lintas yang ada sehingga penerapan RHK efektif diterapkan.
RHK dapat mengurangi tundaan lalu lintas dan memperbanyak
kendaraan yang keluar simpang pada fase hijau. Kinerja Simpang Alun
alun setelah adanya RHK pada pendekat timur dan barat LOS B dan
pendekat utara LOS A. Kinerja Simpang Gor Satria setelah adanya RHK
pada semua pendekat didapatkan LOS C.