Abstract :
Jumlah pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi membawa dampak berbagai
aspek kehidupan tak terkecuali penggunaan alat transportasi di jalan
raya. Pertumbuhan jumlah penggunaan kendaraan di jalan raya yang sangat
tinggi mengakibatkan berbagai problem diantaranyanya kemacetan lalu lintas.
Sebagai informasi pada tahun 2018 telah terjadi kecelakaan di perlintasan
sebidang sebanyak 395 kecelakaan dengan jumlah jiwa korban sebanyak 245
orang. Kondisi perlintasan sebidang Kereta Api saat ini yang dijaga 1.238, tidak
dijaga 2.046 Liar 1.570. Tidak Sebidang di Underpass 160 , Overpass 224 Total
5.238. Melihat banyaknya data perlintasan sebidang dan data tingkat kecelakaan
maka penelitian ini berupaya untuk menghadirkan solusi alternatif untuk
meningkatkan keselamatan pengguna jalan maupun kereta api yang melintasi
perlintasan sebidang. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat prototipe alat
bantu pendeteksi kedatangan kereta api pada perlintasan sebidang tanpa
palang pintu berbasis mikrokontroler arduino uno. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah eksperimen yang mana dilakukan mulai tahap perencanaan,
desain, perancangan, pemrograman, serta sekenario penempatan alat. Cara
kerja dari alat ini yaitu ketika sensor ultrasonik dan infrared menangkap
keberadaan kereta api maka logika high akan diproses oleh mikrokontroler
arduino uno sehingga memeritahkan untuk menyalakan LED warna merah dan
speaker berisi himbauan untuk berhenti dan menjaga jarak aman dari
perlintasan.