DETAIL DOCUMENT
OPTIMALISASI SIMPANG BERSINYAL UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN PENYEBERANG MENGGUNAKAN APLIKASI VISSIM & SSAM (STUDI KASUS : SIMPANG EMPAT BERSINYAL BANTARAN, KOTA MADIUN)
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Author
AGHISTNA, CHLORY DIO
Subject
T Technology (General) 
Datestamp
2023-09-18 03:05:26 
Abstract :
Persimpangan sebidang merupakan daerah yang potensial untuk terjadinya konflik akibat adanya bermacam-macam jenis pergerakan arus lalu lintas. Berdasarkan pengaturannya persimpangan sebidang terdiri dari dua macam, yaitu persimpangan bersinyal dengan alat pengatur lampu lalu lintas dan persimpangan tak bersinyal. Simpang lalu lintas tak bersinyal merupakan kondisi yang bias membingungkan bagi pengguna jalan, dan bias membuat ragu-ragu dalam mengambil keputusan untuk melakukan proses crossing. Penelitian ini berusaha menganalisis tingkat keselamatan pejalan kaki pada persimpangan bersinyal menggunakan aplikasi Vissim dan SSAM untuk mengetahui jumlah dan jenis konflik, sehingga dapat memberikan usulan penanganan guna meminimalisir tingkat konflik dan keparahan pejalan kaki yang mengalami kecelakaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Data sekunder berupa data kecelakaan, data geometric simpang, sedangkan data primer diperoleh dengan survei meliputi ; data jumlah pejalan kaki, karateristik pejalan kaki, data volume dan kecepatan kendaraan yang melewati simpang, volume dan kecepatan meyeberang pejalan kaki Dari hasil analisis, dapat diketahui jumlah konflik 170 dengan terdiri dari 92 crossing , 64 rear end, dan 15 lane change. Dengan jumlah pejalan kaki menyeberang 524 untuk satu hari di seluruh simpang dan volume kendaraan sejumlah 3.753 dalam satu hari. Alternative penanganan simpang yang dipilih berupa penambahan pengaturan simpang dengan 4 fase yang semula 3 fase karena dapat mengurangi terjadinya konflik lalu lintas. Dari hasil analisis penanganan diperoleh jumlah konlik menurun 31% dengan total 118 konflik yang terdiri dari 0 crossing , 96 rear end , dan 22 lane change menurut SSAM 
Institution Info

Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan