Abstract :
Kurangnya visibilitas untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan
pada median memicu kecelakaan tabrak median yang dapat merugikan dari segi
fisik maupun material. Pencegahan kecelakaan tabrak median merupakan
serangkaian tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan
memicu pengguna jalan untuk mengambil tindakan yang tepat saat berkendara
bertujuan untuk menghindari adanya potensi rintangan atau objek berbahaya di
jalan. Pencegahan kecelakaan terkait kurangnya visibilitas pada median jalan
diantaranya pemasangan median alert dan rambu peringatan adanya rintangan
atau objek berbahaya pada sisi jalan sebelah kanan.
Jalan Surakarta-Sukoharjo tepatnya pada simpang empat bulakrejo
merupakan daerah rawan kecelakaan dengan penyebab kecelakaan tabrak
median sebanyak 30% yang dipicu karena kurangnya antisipasi pengemudi
dalam melakukan tindakan untuk menghindari adanya median. Kurangnya
visibilitas di wilayah tersebut menyebabkan kurangnya antisipasi dari pengemudi
dalam merespon adanya median sehingga perlu dilakukan pencegahan untuk
meningkatkan tingkat kewaspadaan pengemudi. Terdapat 3 jenis alternatif yang
diimplementasikan dalam penelitian ini untuk meningkatkan kewaspadaan
pengemudi saat berkendara diantaranya pada simulasi 2 yaitu pemasangan
rambu peringatan adanya rintangan atau objek berbahaya pada sisi jalan sebelah
kanan, simulasi 3 dengan pemasangan median alert, simulasi 4 perangkat dari
implementasi simulasi sebelumnya dipasang kembali secara bersamaan.
Efektivitas pencegahan kecelakaan tabrak median dilihat dari jumlah penurunan
pelanggaran pengguna jalan yang diasumsikan melanggar garis tengah.
Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif pencegahan kecelakaan tabrak
median yang paling efektif adalah simulasi 4 yaitu pemasangan median alert
yang dikombinasikan dengan rambu peringatan adanya rintangan atau objek
berbahaya pada sisi jalan sebelah kanan karena dapat menurunkan jumlah
pelanggaran secara signifikan untuk sepeda motor 88,9% kendaraan ringan
95,4% dan kendaraan berat 100%.